Rabu, 11 April 2012

TEXT NARRATIVE

TEXT NARRATIVE
Ø Narration Text
      The purpose of narration is to tell a story or narrate an event or series of events. This writing mode frequently uses the tools of descriptive writing.
(Tujuan text Narasi adalah untuk bercerita atau menceriterakan suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa. Dalam penulisan Narasi sering menggunakan perkakas tentang deskriptif tertulis).
Ø Example of narrative writing:
                             The Kind Duck and the Poor Frog
      One beautiful summer’s day, a duck decided to go to the river for a picnic. She tok a lot of food with her, and was really looking forward to eating it. She sat down on the river bank read the food out in front of her.
       “You’re not going to eat all that food yourself, are you?” said a small voice.
       She looked up and saw a frog sitting at the water’s edge.
       “Please give me some of it. I am very poor and hungry,” pleded the frog wiping a tear from his eye.
       She gave him a sandwich. To her surprise he did not eat it, but simply beside him.
       “Won’t you give me something else? After all, my need is greater than yours.” Bit by bit, the kind-hearted duck handed over most of her food: cakes and biscuits, apples and sweets. Soon, the frog had a huge pile of food next to him. With an effort he picked it all up, put it on his back, and started to swim away across the river. But the food was so heavy that he sank like a stone, and the duck never saw him again.
Meaning:                                             (Taken from cassell’s Students’ EnglishGrammar).
Itik Yang baik hati dan Kodok Yang miskin
        Satu hari musim panas indah, suatu itik memutuskan untuk pergi ke sungai untuk suatu tamasya. Dia  banyak makanan dengan nya, dan sungguh menantikan akan makan itu. Dia duduk di tepi sungai membaca dengan suara keras makanan itu di depan nya.
        " Kamu tidak akan memakan semua makanan kamu  sendiri, adalah kamu?"  dikatakan dengan suara kec
       Dia memandang dan melihat seekor kodok yang duduk di tepi air.
        " Tolong beri aku sebagian dari itu. Aku sangat lapar dan miskin," kodok memohon dengan berlinang air mata dari mata nya.
        Dia memberinya suatu sandwich. Kepada kejutan nya ia tidak makan itu, tetapi hanya di samping dia.
        " Tidak akan kamu memberi aku hal lain? Betapapun, kebutuhan ku adalah lebih besar dari milikmu." Sedikit-Demi sedikit, itik yang berbudi menyerahkan kebanyakan dari makanan nya: kue dan biskuit, buah apel dan manis. Segera, kodok mempunyai suatu gundukan makanan yang sangat besar dari pada dia. Dengan suatu usaha yang ikhlas ia memungutnya tidak ada gunanya lagi, menaruhnya di atas punggung nya, dan memulai untuk berenang pergi ke seberang sungai itu. Tetapi makanan menjadi sangat berat lalu ia tenggelam seperti suatu batu, dan itik tidak pernah lihat dia lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More