Selasa, 03 April 2012

KEBUGARAN JASMANI(Penjaskes X)

Kompetensi Dasar       :   Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani dan cara mengukurnya sesuai dengan kebutuhan  dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya
Pertemuan ke             :         11-12
Materi Pembelajaran         :         Kebugaran Jasmani
A.   Bentuk Latihan Kebugaran Jasmani
Hakikat Mengukur Kebugaran JasmaniUntuk mengetahui dan menilai tingkat kebugaran jasmani seseorang, dapat dilakukan dengan melaksanakan pengukuran. Pengukuran kebugaran jasmani dilakukan dengan tes kebugaran jasmani.
Tes kebugaran jasmani untuk remaja 16-19 tahun dapat dibedakan antara putra dan putri.
  1. Tes untuk putra
  2. lari 60 meter
  3. gantung angkat tubuh 60 detik
  4. baring duduk 60 detik
  5. loncat tegak, dan
  6. lari 1200 m
  7. Tes untuk putri
  8. lari 60 m
  9. gantung siku tegak
  10. baring duduk 60 detik
  11. loncat tegak, dan
  12. lari 1000 m
  13. Tes Lari jarak 60 m untuk putra dan putri bertujuan untuk mengukur kecepatan lari seseorang.
    1. Tes angkat tubuh 60 detik untuk putra dan gantung siku tegak untuk putri bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan otot bahu.
    2. Tes baring duduk 60 detik untuk putra dan putri bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut
    3. Tes loncat tegak bertujuan untuk mengukur daya ledak (tenaga ekspolif) otot tungkai
    4. Tes lari 1200 m untuk putra dan 1000 m untuk putir bertujuan untuk mengukur daya tahan (cardio repiratory endurance)
Nilai Tes Kebugaran Jasmani umur 16-19 tahun
Untuk Putra
No
Lari 60 m
Gantung angkat tubuh
Baring duduk 60 detik
Loncat Tegak
Lari 1.200 m
Nilai
1
s.d 7.22 detik
19 ke atas
41 ke atas
73 ke atas
s.d 3.14 menit
5
2
7.3 – 8.3 detik
14 – 18
30 – 40
60 – 72
3.15-4.25 menit
4
3
8.4 – 9.6 detik
9 – 13
21 – 29
50 – 59
4.26-5.12 menit
3
4
9.7- 11.0 detik
5 – 8
10 – 20
39 – 49
5.13-6.33 menit
2
5
11.1 detik – dst
0 – 4
0 – 9
38 – dst
6.34 – dst menit
1
Nilai Tes Kebugaran Jasmani umur 16-19 tahun
Untuk Putri
No
Lari 60 m
Gantung angkat tubuh
Baring duduk 60 detik
Loncat Tegak
Lari 1200 m
Nilai
1
s.d 8.4 detik
41 ke atas
28 ke atas
50 ke atas
s.d 3.52 menit
5
2
8.5 – 9.8 detik
22 – 40
20 – 28
39 – 49
3.53-4.56 menit
4
3
9.9 –11.4 detik
10 – 21
10 – 19
31 – 38
4.57-5.58 menit
3
4
11.5- 13.4 detik
3 – 9
3 – 9
23 – 30
5.59-7.23 menit
2
5
13.5 detik – dst
0 – 2
0 – 2
22 – dst
7.24 – detik dst
1
Norma Tes Kebugaran Jasmani
Untuk Remaja Putra dan Putri 16 – 19 tahun
Untuk putra dan putri
No
Jumlah Nilai
Klasifikasi
1
22 – 25
Baik Sekali
2
18 – 21
Baik
3
14 – 17
Sedang
4
10 – 13
Kurang
5
5 – 9
Kurang sekali
Bentuk-bentuk lain dari cara pengembangan kebugaran jasmani antara lain :
  1. Latihan lari bolak-balik (shuttle run)
Hal-hal yang perlu dalam latihan lari bolak-balik adalah sebagai berikut :
  1. Jarak antara kedua titik jangan terlalu jauh sekitar 10 m, jika terlalu jauh kemungkinan setelah lari bolak-balik beberapa kali, siswa tidak lagi mampu untuk lari dan membalikan badannya dengan cepat karena kelelahan.
  2. Jumlah ulangan lari bolak-balik jangan terlalu banyak sehingga dapat menyebabkan siswa kelelahan kalau ulangan larinya terlalu banyak, maka seperti telah diterangkan di atas kelelahan akan mempengaruhi kelincahan dari siswa.
  3. Latihan Squat Jump
Squat jump bertujuan untuk melatih kekuatan dan daya tahan otot tungkai.
  1. Latihan Naik Turun bangku
Naik turun bangku bertujuan untuk melatih kekuatan dan daya tahan otot tungkai
  1. Sit Up
Sit up bertujuan untuk melatih daya tahan dan kekuatan otot-otot perut
B.   Bentuk Latihan untuk Kekuatan Otot
Latihan Kekuatan Otot adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan atau kemampuan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Dari pengertian tersebut kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan, hal ini karena sebagai berikut :
  1. Kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik
  2. Kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet atau orang dari kemungkinan cedera.
  3. Dengan kekuatan atlet akan dapat lari lebih cepat, melempar atau menendang lebih jauh dan efisien, memukul lebih kuat demikian pula dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi.
Latihan-latihan yang cocok untuk mengembangkan kekuatan adalah latihan-latihan tahanan (resistance exercises) seperti mengangkat, mendorong, atau menarik suatu beban, baik beban dari anggota tubuh kita sendiri atau dari beban luar (external assistance).
Bentuk tes kekuatan otot adalah sebagai berikut:
  1. Tes laboratorium, yaitu dengan mempergunakan alat-alat seperti dinamometer, elektroniografi, dan tendiometer
  2. Tes lapangan, yaitu tes untuk mengetahui secara langsung kekuatan serta daya tahan otot seseorang. Otot yang diukur biasanya adalah lengan, paha, dan perut. Sementara itu, tes lapangan yang sering dilakukan adalah sebagai berikut :
    1. Push Up
    2. Sit Up
    3. Back Up
    4. Squat jump
    5. Standing board jump
Kekuatan otot didefinisikan sebagai tegangan yang dapat dikerahkan oleh otot-otot atau sekelompok otot terhadap beban atau tahanan dengan sekali usaha secara maksimal.
C.   Bentuk Latihan untuk Daya Tahan
Salah satu sistem latihan daya tahan adalah latihan fartlek atau speed play yang diciptakan oleh Gotta Holmer dari Swedia. Pengertian fartlek adalah suatu sistem latihan endurance yang maksudnya adalah membangun, mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seseorang sehingga sangat baik bagi semua cabang olah raga terutama cabang olah raga yang memerlukan daya tahan tubuh. Fartlek biasanya dilakukan di alam terbuka yang terdapat bukit-bukit semak belukar, selokan-selokan untuk dilompati, tanah berpasir, tanah rumput, tanah lembek dan sebagainya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More